banner 728x250
Opini  

Ardiansyah ohh Ardiansyah…Langitmu Terangkah?

Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, memberikan keterangan pers terkait dugaan kuncian dalam lelang tiga proyek senilai Rp 3,3 miliar di Sumenep.

Lebih lucu lagi, sumber tuduhan kabarnya hanya karena “bahasanya media”. Entah media mana, entah kalimat apa.

Di era ketika tafsir lebih cepat dari fakta, dan bisik-bisik lebih nyaring dari klarifikasi, kita seolah lupa bahwa fitnah paling sering lahir dari ruang kosong. Ruang yang tak diisi oleh keberanian untuk memeriksa kebenaran.

Kita tahu, di balik cerita ini ada wajah lama birokrasi yang alergi diawasi. Setiap kali ada anggota DPRD yang bertanya, dianggap mengatur. Setiap kali mengkritik, dianggap bermain.

Padahal yang seharusnya diawasi bukan niat pengawasan. Tapi justru perilaku pejabat yang menutupi informasi publik.

Saya mendengar pula, sang kabid dikenal dekat dengan Kepala Dinas, Agus Saputra. Tentu kedekatan itu bukan dosa. Tapi jika kedekatan membuat seseorang mudah menyebar kabar tanpa pikir panjang, maka yang tercemar bukan hanya nama orang. Tapi juga kredibilitas institusi tempat ia berdiri.

Saya tidak ingin memperpanjang soal ini. Tapi, ada yang lebih mengkhawatirkan dari sekadar tuduhan: yaitu menurunnya mutu rasionalitas di kalangan pejabat publik.

Kita makin sering berpikir dengan rasa, bukan dengan nalar; bereaksi dengan dugaan, bukan dengan data. Ardiansyah ini tamsilnya.

Satu hal yang pasti, fitnah sering kali berawal dari hal kecil — dari bisik yang tak dikoreksi, dari prasangka yang dibiarkan tumbuh. Dan saya percaya, waktu pada akhirnya akan menyingkap siapa yang bermain, dan siapa yang hanya dijadikan bahan permainan.

Di luar gedung itu, sebenarnya langit Sumenep cerah. Tapi di dalam, saya belajar satu hal: kadang yang paling menggelegar bukan petir di langit. Melainkan suara yang lahir dari ruang tanpa logika.

Tunggu saja petir itu akan memantul dalam gelap. Ardiansyah rasa-rasanya perlu dibawa ke ruang gelap itu. Maybe. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *