banner 728x250

Dari Senam hingga Lomba, Sanggar Tera’ Bulen Rayakan Kemerdekaan di Pantai Matahari

Anggota Sanggar Senam Tera' Bulen usai berkegiatan di Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Senin (17/8/2026)

SUMENEP, Taneyan.Id — Laut dan langit menjadi latar. Merah putih menjadi warna utama. Sementara tawa dan sorak-sorai mengisi pagi di Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep, Senin (17/8/2026).

Pagi itu, anggota Sanggar Senam Tera’ Bulen memilih cara yang berbeda untuk merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mereka tidak hanya berkumpul, tetapi membawa semangat Agustusan ke kawasan pantai melalui lomba, senam bersama dan kebersamaan.

Sejak pukul 09.00 WIB, para anggota yang didominasi perempuan mulai berdatangan dan berkumpul di pantai. Pakaian bernuansa merah putih yang mereka kenakan membuat suasana Pantai Matahari seketika terasa lebih semarak.

Satu per satu lomba khas Agustusan digelar. Tidak butuh waktu lama untuk membuat suasana menjadi riuh. Tawa pecah, sorakan terdengar dan dukungan antarpeserta mengalir sepanjang perlombaan.

Yang menarik, kemeriahan itu bukan semata soal siapa yang menang atau kalah. Setiap lomba justru menjadi ruang bagi para anggota untuk saling menyemangati dan menikmati kebersamaan.

Setelah senam kemerdekaan kegiatan berlanjut pada perlombaan. Di tengah suasana pantai, para anggota bergerak mengikuti gerakan senam dengan penuh semangat.

Bagi mereka, olahraga bukan hanya soal menjaga kebugaran. Ada pertemanan dan silaturahmi yang ikut tumbuh dari rutinitas tersebut.

Owner Sanggar Senam Tera’ Bulen Heni Susilowati mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar untuk memeriahkan Agustusan sekaligus mempererat hubungan antaranggota.

“Ini memang untuk memeriahkan Agustusan. Kami sengaja menggunakan kostum bernuansa merah putih agar suasana kemerdekaan semakin terasa,” ujar Heni.

Sanggar Senam Tera’ Bulen sendiri memiliki kegiatan rutin setiap Senin dan Kamis di Desa Bluto. Dari pertemuan rutin itulah interaksi dan kekompakan antaranggota terus terbangun.

Namun, sesekali mereka membutuhkan ruang yang berbeda dari rutinitas. Kegiatan di Pantai Matahari menjadi salah satunya. Suasana yang lebih santai membuat anggota bisa berinteraksi tanpa sekadar berkutat dengan aktivitas senam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *