SUMENEP, taneyan.id – Tambak yang belum panen memicu warga Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, menghadang rencana penjebolan lahan oleh PT Garam. Puluhan warga melakukan blokade jalan sebagai bentuk protes terhadap aktivitas yang dinilai sepihak tersebut.
Warga menegaskan bahwa lahan yang hendak dijebol masih berada dalam kerja sama pengelolaan dan masa pengelolaan tersebut baru akan berakhir pada akhir Maret 2026. Sementara itu, tambak masih berisi ikan bandeng, udang, dan kepiting yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat.
“Belum panen apa-apa, bandeng, udang, dan kepiting masih di minian, sementara masa kerja sama pengelolaan baru berakhir akhir Maret,” ujar Moh Erfan, salah satu warga Desa Nambakor. Ia menyebut proses budidaya telah dilakukan selama berbulan-bulan.
Penolakan warga sebelumnya telah disampaikan secara resmi dalam rapat di Balai Desa Nambakor pada Senin (2/2/2026). Dalam forum tersebut, masyarakat secara tegas menyatakan keberatan atas rencana penjebolan tambak.
Namun, warga menyebut PT Garam tetap bersikukuh akan melaksanakan penjebolan meski keberatan telah disampaikan secara terbuka. “Dalam rapat di balai desa kami sudah menolak, tapi PT Garam tetap menyampaikan akan melakukan penjebolan,” ungkap salah satu warga.







