Jika yang terjadi kembali adalah kedunguan yang terencana, maka di situlah bahaya sesungguhnya. Jika itu terjadi lagi, maka keterbukaan informasi bukan lagi soal keberanian, melainkan soal keberpihakan.
Jangan-jangan, yang lahir bukan kontrol publik, melainkan sekadar pengulangan sunyi dalam balutan seremoni. Jangan ya Dek ya. (*)
*Mantan Jurnalis, kini Anggota DPRD Sumenep









