banner 728x250

Resolusi Jihad Menggema di Sumenep, PMII Ajak Kader Santri Jaga Akhlak dan Tanah Air!

Kegiatan Refleksi Hari Santri dan Maulid Nabi yang digelar PC PMII Sumenep di Aula Kemenag, dihadiri ratusan kader dengan semangat kebangsaan pada Jumat (07/11/2025). (ISTIMEWA)
Kegiatan Refleksi Hari Santri dan Maulid Nabi yang digelar PC PMII Sumenep di Aula Kemenag, dihadiri ratusan kader dengan semangat kebangsaan pada Jumat (07/11/2025). (ISTIMEWA)

SUMENEP, taneyan.id – Resolusi jihad kembali menggema di Kabupaten Sumenep melalui kegiatan Refleksi Hari Santri dan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep, Jumat (07/11/2025). Dalam acara itu, PMII mengajak seluruh kader santri untuk menjaga akhlak dan cinta terhadap tanah air.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep ini dihadiri ratusan kader dan anggota PMII dengan penuh antusias. Suasana khidmat dan semangat kebersamaan terasa sejak awal acara dimulai.

Mengusung tema “Resolusi Jihad, Spirit Santri Sepanjang Zaman”, kegiatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat juang santri dalam menjaga nilai keislaman dan kebangsaan. Tema tersebut mencerminkan tekad PMII Sumenep untuk merawat semangat perjuangan para ulama dan santri di era modern.

Kepala Kemenag Sumenep, KH. Abdul Wasid, M.Pd.I, hadir sebagai keynote speaker dan memberikan pesan inspiratif bagi para kader. Ia menekankan pentingnya menjaga dua komitmen utama yang harus melekat pada diri setiap kader PMII.

Kegiatan Refleksi Hari Santri dan Maulid Nabi yang digelar PC PMII Sumenep di Aula Kemenag, dihadiri ratusan kader dengan semangat kebangsaan pada Jumat (07/11/2025). (ISTIMEWA)
Kepala Kemenag Sumenep, KH. Abdul Wasid, M.Pd.I, saat hadir sebagai keynote speaker pada acara Refleksi Hari Santri dan Maulid Nabi yang digelar PC PMII Sumenep di Aula Kemenag, Jum’at (07/11/2025). (ISTIMEWA)

“PMII adalah organisasi yang lahir dari rahim pesantren dan mencintai tanah air,” ujarnya. “Karena itu, setiap kader harus memiliki dua komitmen utama: keislaman yang melahirkan akhlak, dan kebangsaan yang menumbuhkan semangat menjaga keutuhan negeri,” lanjutnya.

Ketua Umum PC PMII Sumenep, Khoirus Soleh, menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremonial tahunan. Menurutnya, momentum ini menjadi ajang refleksi diri bagi kader santri agar terus berperan aktif dalam membangun masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *