SUMENEP, taneyan.id – PMII Sumenep menggelar istighasah di lima titik strategis pada Jum’at (18/04/2026) dalam rangka Harlah ke-66. Kegiatan ini sekaligus menjadi kritik terbuka terhadap praktik korupsi di lingkungan kekuasaan.
Ratusan kader turun ke lapangan sejak siang hingga sore dengan membawa satu pesan tegas. Mereka mendoakan pejabat korup agar mendapat balasan, termasuk “miskin tujuh turunan”.
Ketua Umum PC PMII Sumenep, Khoirus Soleh, menyebut agenda ini sebagai bentuk napak tilas kezaliman struktural. “Ini napak tilas kezaliman struktural,” tegasnya.
Eros, sapaan akrabnya, menegaskan doa menjadi senjata moral selain aksi demonstrasi. “Kami tidak hanya turun aksi, tapi juga melawan dengan doa,” ujarnya.
Titik pertama digelar di depan Kantor Pemkab Sumenep sebagai simbol pusat kekuasaan eksekutif. Di lokasi ini, massa memohon hidayah bagi pejabat dan balasan bagi yang mengkhianati rakyat.
Aksi berlanjut ke depan Kantor DPRD Sumenep dengan sorotan pada wakil rakyat. Mereka didoakan agar tetap setia pada sumpah jabatan dan tidak mengabaikan kepentingan petani.







