SUMENEP, taneyan.id – Laut di sejumlah titik pesisir Kabupaten Sumenep dilaporkan menghitam dan berbau menyengat. Kondisi itu memicu desakan keras dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sumenep (PC PMII Sumenep) agar dugaan limbah tambak udang segera diusut tuntas.
Desakan tersebut disampaikan dalam audiensi antara PC PMII Sumenep dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep. Pertemuan itu membahas dugaan pembuangan limbah tambak udang langsung ke laut tanpa pengolahan melalui IPAL.
Ketua PC PMII Sumenep, Khoirus Soleh, menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak bisa ditawar. “Tidak ada tawar-menawar kalau soal lingkungan, laut adalah kehidupan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, PMII membawa temuan dari tiga titik lokasi tambak udang yang diduga bermasalah. “Kami menemukan indikasi air laut berubah warna menjadi kehitaman dan mengeluarkan bau menyengat,” ungkap Sekretaris PC PMII Sumenep, Syafiqurrahman.
Syafiqurrahman yang juga memimpin tim observasi menekankan pentingnya pengujian ilmiah. “Indikasi ini harus diuji melalui uji kualitas air dan pemeriksaan dokumen AMDAL atau UKL-UPL,” tegasnya.







