SUMENEP, taneyan.id – Hibah 2025 digugat setelah analis kebijakan publik menemukan alamat ganda, pokmas misterius, dan dugaan indikasi KKN. Temuan itu kembali memicu sorotan tajam terhadap transparansi anggaran daerah.
Efendi Pradana, S.Psi, menyampaikan kritik keras itu melalui baliho besar yang dipasang di pusat Kota Sumenep. Ia menyebut temuan tersebut sebagai alarm serius bagi pemerintah daerah.

Salah satu temuan paling menonjol adalah kesamaan alamat antara Generasi Emas Nusantara dan Gerakan Pramuka Kwarcab Sumenep. Kedua organisasi itu tercatat menerima hibah bernilai besar.
“Dua organisasi berbeda tidak mungkin punya alamat kantor yang sama,” tegas Efendi. Ia menilai kondisi ini mustahil terjadi tanpa kelalaian verifikasi.
Ia juga menyoroti hibah untuk YLPS “Insan Bismillah Melayani”. Menurutnya, nama yayasan itu terlalu identik dengan tagline politik Bupati Sumenep pada Pilkada 2020.







