SUMENEP, taneyan.id – DPRD Sumenep mendesak Bupati Ach. Fauzi Wongsoyudo agar serius mengawal tata niaga tembakau pada musim tanam dan panen tahun ini.
Desakan tersebut muncul mengingat tembakau merupakan salah satu komoditas strategis di Madura. Seperti halnya garam, tembakau nasibnya juga bergantung pada keberpihakan pemerintah daerah.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep Rasidi dari Fraksi PKB menegaskan, Pemkab Sumenep harus hadir mendorong tata niaga tembakau yang berpihak kepada petani.
Ketua Fraksi PKB itu menambahkan, harga yang layak dan penyerapan yang optimal hanya akan terwujud jika pemerintah mengambil peran aktif sejak awal.
“Tembakau ini komoditas penting di Madura, tidak kalah strategis dibanding garam. Pemkab harus memastikan tata kelolanya berjalan baik dan petani tidak dirugikan,” ujar Rasidi, Jumat (8/8/2025).
Komisi II DPRD Sumenep menilai, tanpa intervensi nyata dari pemerintah daerah, petani berpotensi kembali mengalami kerugian seperti pada musim sebelumnya. Mereka berharap kebijakan tata kelola tahun ini benar-benar memihak petani dan memberikan jaminan kepastian harga.
Senada, anggota DPRD Sumenep dari Fraksi PKB lainnya yang berasal dari Dapil II, Akhmadi Yasid, menilai koordinasi antara pemerintah daerah dan pabrikan tembakau menjadi kunci penting.
Mantan jurnalis itu meminta Bupati Sumenep untuk segera menginisiasi pertemuan dengan pabrikan guna membicarakan harga dan mekanisme serap hasil panen.








