SUMENEP, taneyan.id – DPRD Kabupaten Sumenep mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap Puskesmas Bluto usai meninggalnya pasien H. Desakan muncul setelah keluarga korban menuding adanya kelalaian serius dalam proses rujukan.
Akhmadi Yasid, Anggota DPRD Sumenep dari Dapil II sekaligus politisi Fraksi PKB, menegaskan bahwa kematian tersebut tidak bisa dianggap biasa. “Kasus ini terlalu serius untuk hanya dijelaskan dengan alasan standar,” ujarnya.
Legislator Fraksi PKB ini menilai dugaan keterlambatan rujukan hingga empat jam adalah persoalan fatal. Menurutnya, hal itu memunculkan tanda tanya besar mengenai kesigapan tenaga kesehatan.
Anggota DPRD Dapil II ini mendesak Dinas Kesehatan Sumenep untuk turun langsung melakukan audit lapangan. “Dinkes harus turun tangan, tidak bisa hanya mengandalkan laporan di atas meja,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan tidak boleh menunjukkan kelalaian sekecil apa pun. “Ini fasilitas pertama yang didatangi masyarakat, jadi harus benar-benar siap,” tambahnya.







