SUMENEP, taneyan.id – PMII Sumenep Dorong Penguatan Transaksi Non Tunai Berbasis QRIS melalui audiensi bersama Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep di ruang Komisi II DPRD Sumenep pada Senin (02/02). Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi serta pimpinan PT BPRS Bhakti Sumekar.
Audiensi ini membahas penguatan sistem transaksi non tunai sebagai langkah strategis dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah. QRIS dipandang sebagai instrumen penting dalam modernisasi sistem pembayaran di Kabupaten Sumenep.
Ketua PC PMII Sumenep, Khoirus Soleh yang akrab disapa Eros, menegaskan bahwa digitalisasi transaksi tidak boleh dipahami sebatas inovasi teknologi. “QRIS harus ditempatkan sebagai strategi penguatan ekonomi daerah yang berdampak langsung pada peningkatan kapasitas fiskal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sistem transaksi non tunai mampu mendorong tata kelola ekonomi yang lebih transparan dan akuntabel. “Dengan transaksi non tunai, arus ekonomi dapat tercatat lebih baik dan berpengaruh pada optimalisasi PAD,” kata Eros.
PMII Sumenep menilai perluasan penggunaan QRIS harus diarahkan pada sektor ekonomi riil. Menurut Eros, sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat perlu menjadi prioritas dalam penerapan sistem tersebut.







