banner 728x250

Nuansa Merah Putih Hiasi Malam Puncak KKN UNIJA Madura di Desa Bluto

Foto bersama Kades Bluto Heni Susilowati (Berbaju putih di tengah) serta suaminya dan mahasiswa KKN UNIJA Madura.

SUMENEP, taneyan.id — Ada malam ketika sebuah lapangan desa tiba-tiba terasa lebih ramai dari biasanya. Bukan karena pertandingan sepak bola. Bukan pula karena panggung hiburan. Malam itu, 17 Agustus, Lapangan Desa Bluto dipenuhi warga dari berbagai RT.

Mereka datang dengan busana merah putih, membawa suasana perayaan kemerdekaan sekaligus menjadi saksi sebuah perpisahan. Itulah malam terakhir mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep di Desa Bluto.

Ratusan warga duduk dan berdiri di sekitar lapangan. Merah putih menjadi warna yang dominan. Di tengah suasana peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, para mahasiswa KKN malam itu harus mengakhiri perjalanan mereka setelah beberapa waktu tinggal, berinteraksi, sekaligus bekerja bersama masyarakat.

Tidak ada kesan bahwa malam itu sekadar acara seremonial. Ada cerita yang hendak ditutup. Ada kenangan yang mungkin akan dibawa pulang. Selama berada di Desa Bluto, para mahasiswa tidak hanya datang dengan program kerja yang tercantum di atas kertas.

Mereka mencoba masuk ke dalam denyut kehidupan desa. Berinteraksi dengan warga, mengenali persoalan, kemudian menerjemahkannya dalam sejumlah kegiatan.

Mulai dari penyuluhan hukum, digitalisasi produk UMKM, hingga pembuatan penunjuk arah desa. Program-program itu mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi sebuah desa, hal-hal sederhana tersebut bisa menjadi bagian dari proses perubahan.

Penyerahan tumpeng oleh mahasiswa KKN UNIJA Madura kepada Kades Bluto Heni Susilowati (Dua dari kanan)

Koordinator KKN Unija di Desa Bluto, Syahidi, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Bluto dan seluruh masyarakat yang telah menerima mahasiswa selama menjalankan pengabdian.

Baginya, keberhasilan program KKN bukan hanya diukur dari berapa banyak kegiatan yang terlaksana. Tetapi juga dari bagaimana mahasiswa bisa diterima dan belajar bersama masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *