Fajar berharap sinergi dan kolaborasi dua BUMD ini berdampak signifikan terhadap industri perbankan syariah di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sumenep dan Provinsi NTB.
“Semoga silaturahmi dan kolaborasi ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat industri perbankan syariah yang sehat, profesional dan mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sekda Provinsi NTB Abul Chair menerangkan ekosistem ekonomi syariah di wilayahnya terus berkembang dan berpotensi sangat besar.
Kondisi tersebut, lanjut dia, menjadi momentum untuk mendorong penguatan industri perbankan syariah sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“BPRS Sumekar merupakan tujuan studi yang tepat karena telah berpengalaman dalam mengembangkan perbankan syariah dengan jaringan pelayanan yang menjangkau seluruh kecamatan di Sumenep,” ucapnya.
Dikatakan, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dan inspirasi dalam proses konversi PT BPR NTB Perseroda, baik dari aspek tata kelola, operasional, pengembangan produk, manajemen risiko dan peningkatan kualitas layanan masyarakat.(mkt)







