banner 728x250

Tak Boleh Ada Warga Tertinggal, Ketua DPRD Sumenep Tegaskan Makna Pancasila dalam Pembangunan

Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, saat memberikan pemaparan mengenai implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan publik, tampak mengenakan kemeja putih dan peci hitam di ruang rapat resmi.
Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, menekankan bahwa momentum Hari Lahir Pancasila harus menjadi landasan nyata untuk menghadirkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

SUMENEP, taneyan.id – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni dimaknai sebagai pengingat penting bahwa pembangunan harus menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Nilai-nilai Pancasila dinilai tidak cukup hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.

Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, menegaskan bahwa Pancasila merupakan ideologi yang hidup dan tetap relevan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Karena itu, nilai-nilainya harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan maupun tindakan masyarakat.

Menurutnya, makna Pancasila tidak dapat dipisahkan dari upaya mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat. Kedua hal tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun daerah yang maju dan berkeadilan.

“Pancasila adalah ideologi yang hidup. Nilai-nilainya tetap relevan dan menjadi pedoman dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai tantangan globalisasi, perkembangan teknologi informasi, hingga menguatnya politik identitas menuntut penguatan nilai persatuan dan gotong royong. Upaya tersebut penting untuk menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat karakter kebangsaan.

Ia menegaskan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti pada peringatan tahunan semata. Nilai tersebut harus tercermin dalam kebijakan publik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *