banner 728x250

Hardiknas 2026, Fraksi PKB DPRD Sumenep Soroti Ketimpangan Akses Pendidikan Daratan dan Kepulauan

Poster ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei dari Fraksi PKB DPRD Sumenep yang menampilkan foto anggota fraksi dan komitmen pemerataan pendidikan pada Hardiknas 2026.
Momentum Hardiknas 2026: Fraksi PKB DPRD Sumenep berkomitmen mengawal alokasi anggaran 20 persen dan menghapus ketimpangan fasilitas pendidikan antara wilayah daratan dan kepulauan.

SUMENEP, taneyan.idFraksi PKB DPRD Sumenep menyoroti ketimpangan akses pendidikan antara wilayah daratan dan kepulauan pada momentum Hardiknas 2026. Isu ini dinilai masih menjadi tantangan serius dalam mewujudkan pendidikan yang adil dan merata di daerah.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi refleksi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Momentum tersebut juga menegaskan kembali pentingnya pemerataan layanan pendidikan tanpa diskriminasi wilayah.

Ketua Fraksi Fraksi PKB DPRD Sumenep, Rasidi melalui anggota fraksi Akhmadi Yasid menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Ia menyampaikan, “Pendidikan adalah fondasi utama yang menentukan masa depan daerah, sehingga tidak boleh diabaikan dalam arah pembangunan.”

Akhmadi Yasid juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas pembangunan daerah. Ia menegaskan, “SDM yang unggul akan menjadi penentu daya saing Sumenep di masa depan.”

Selain itu, Fraksi PKB menekankan pentingnya menjaga amanat undang-undang terkait alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen. Ia menyebut, “Anggaran pendidikan bukan beban, melainkan investasi besar bagi masa depan masyarakat.”

Sorotan utama Fraksi PKB tertuju pada kesenjangan akses pendidikan antara wilayah daratan dan kepulauan di Sumenep. Menurutnya, kondisi geografis tidak boleh menjadi alasan terjadinya ketimpangan layanan pendidikan.

Fraksi PKB mendorong Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memastikan kebijakan pendidikan benar-benar berpihak pada seluruh wilayah. Ia menegaskan, “Setiap anak di Sumenep berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak tanpa terkecuali.”

Peningkatan kualitas tenaga pendidik dan sarana prasarana sekolah juga menjadi perhatian utama. Fraksi PKB menilai kedua aspek tersebut harus diperkuat secara berkelanjutan agar kualitas pendidikan meningkat.

Fraksi PKB DPRD Sumenep mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif. Ia menyampaikan, “Kolaborasi semua pihak adalah kunci untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik dan merata.”

Melalui momentum Hardiknas 2026, Fraksi PKB berharap terwujud pendidikan yang lebih maju, merata, dan berdaya saing. Harapan tersebut diarahkan untuk menciptakan generasi muda Sumenep yang lebih unggul di masa depan. (mkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *