banner 728x250

DPRD Kabupaten Sumenep Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Dinilai Bebani Rakyat Kecil

Foto Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, mengenakan kemeja biru tua sedang duduk di ruang rapat paripurna, memberikan pernyataan menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Mulyadi, saat ditemui di gedung DPRD. Ia menyatakan keberatan atas wacana kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang dinilai memberatkan pelaku UMKM dan pekerja informal di Sumenep. (Foto: Dok. Istimewa)

SUMENEP, taneyan.idDPRD Kabupaten Sumenep menolak wacana kenaikan iuran BPJS Kesehatan karena dinilai berpotensi menambah beban masyarakat kecil di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Penolakan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi. Ia menegaskan setiap kebijakan publik harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat.

“Kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil. Kami kasihan kepada masyarakat jika iuran BPJS Kesehatan masih dinaikkan,” ujar Mulyadi, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak bisa dipandang sebagai persoalan administratif semata. Dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat lapisan bawah.

Mulyadi menyebut mayoritas peserta mandiri di Sumenep berasal dari kalangan pekerja informal. Mereka terdiri dari petani, nelayan, pedagang kecil hingga pelaku UMKM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *