banner 728x250

DPRD Sumenep Siapkan Sidak MBG, Soroti Dugaan Makanan Tak Layak Konsumsi

Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, mengenakan peci hitam dan batik merah, duduk di belakang meja pimpinan dengan papan nama "KETUA DPRD" saat membahas pengawasan program MBG.
Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, menegaskan komitmen legislatif dalam mengawasi kualitas makanan dan standar fasilitas dapur pelaksana MBG.

SUMENEP, taneyan.idDPRD Kabupaten Sumenep menyiapkan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai libur Idulfitri. Langkah itu dilakukan menyusul munculnya keluhan masyarakat terkait kualitas makanan yang diterima penerima manfaat.

Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, mengatakan pihaknya menerima sejumlah laporan mengenai makanan yang diduga tidak layak konsumsi. Beberapa laporan bahkan menyebut makanan berbau dan tidak sesuai standar kelayakan.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena program MBG berkaitan langsung dengan kebutuhan gizi masyarakat. DPRD pun menilai kualitas makanan harus menjadi perhatian utama seluruh pelaksana program.

“Program ini menyangkut kesehatan masyarakat sehingga kualitas makanan harus benar-benar dijaga,” ujar Zainal, Senin (16/3/2026).

Ia menegaskan sidak akan dilakukan setelah masa reses dan libur Lebaran berakhir. Pengawasan lapangan itu akan melibatkan sejumlah komisi di DPRD sesuai bidang pengawasan masing-masing.

Komisi IV DPRD akan memeriksa aspek gizi serta kualitas menu yang disajikan kepada penerima manfaat. Sementara Komisi III akan meninjau fasilitas dapur, termasuk sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Zainal menyebut DPRD ingin memastikan seluruh dapur MBG beroperasi sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. Tidak hanya kualitas makanan, kebersihan dan kelengkapan sarana pendukung juga menjadi fokus pengawasan.

DPRD juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan jika menemukan persoalan dalam pelaksanaan MBG di lapangan. Laporan warga dinilai penting untuk memperkuat pengawasan terhadap program tersebut.

Selain itu, DPRD mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama mitra pelaksana agar bekerja secara profesional dan transparan. Pelaksanaan program diminta tidak hanya mengejar distribusi, tetapi juga menjaga mutu makanan.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Sumenep, Moh. Kholilurrahman Hidayatullah, menjelaskan distribusi MBG sempat dihentikan sementara selama libur Idulfitri. Program tersebut kembali berjalan sejak Selasa (31/3) dengan menu basah seperti sebelum Ramadan.

DPRD berharap pengawasan yang dilakukan mampu memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan awalnya. Program tersebut diharapkan benar-benar menghadirkan makanan bergizi dan layak konsumsi bagi masyarakat penerima manfaat. (*mkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *