banner 728x250

Bupati Sumenep Minta Lima TA Cagar Budaya Jaga Warisan Sejarah usai Dilantik

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo berfoto bersama lima Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) periode 2026-2029 yang baru dilantik di Pendapa Agung Keraton Sumenep.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (tengah), didampingi pejabat pemda saat berfoto bersama lima anggota TACB yang baru dilantik untuk mengawal kelestarian warisan sejarah di ujung timur Pulau Madura.

Sumenep, taneyan.idPemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melantik lima Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) untuk menjaga warisan sejarah yang sudah berdiri sejak 50 hingga 100 tahun lebih.

Kelima orang itu disumpah dan dilantik di Pendapa Agung Keraton oleh Bupati Sumenep pada Pelantikan TA Cagar Budaya Masa Kerja Tahun 2026-2029, Selasa (5/5/2026).

Bupati Sumenep menetapkan kelima TACB melalui Keputusan Bupati Sumenep Nomor 100.3.3.2/130/KEP/13/2026 tertanggal 10 April 2026.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meminta kelima TACB merawat dan melestarikan warisan sejarah yang ada di kabupaten ujung timur Pulau Madura.

“Cagar budaya itu bukan sekadar bangunan atau benda, melainkan peradaban masa lalu yang harus terus dijaga karena memiliki nilai sejarah tentang identitas Sumenep,” kata Bupati Fauzi dalam sambutannya.

Suami Nia Kurnia itu mengimbau kelima TACB aktif dan bersinergi memberikan rekomendasi agar Pemda bisa menentukan langkah untuk pelestarian cagar budaya.

“Kami juga meminta TA aktif mengedukasi masyarakat agar tetap lestari dan generasi kita bisa mengenal cagar budaya yang telah digagas oleh pendahulu kita,” katanya.

Dia juga menyampaikan, Cagar Budaya memberikan pesan penting tentang warisan masa lampau yang harus dirawat bersama.

“Cagar budaya itu bukan sekadar bangunan atau benda, melainkan peradaban masa lalu yang harus terus dijaga karena memiliki nilai sejarah tentang identitas Sumenep,” jelasnya.

Salah satu cara melestarikan Cagar Budaya, ujar Bupati Fauzi, yakni dengan bersinergi bersama seluruh elemen masyarakat.

“Tugas melestarikan Cagar Budaya ini bukan hanya pemerintah, tapi harus ada peran dan sumbangsih dari masyarakat. Oleh karena itu, TACB harus selalu berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat agar bisa mengakomodir warisan sejarah,” tandasnya.

Kelima TACB yang telah dilantik yakni Ibnu Hajar sebagai ketua, Mohammad Hairil Anwar sebagai sekretaris, serta Ja’far Shodiq, Moh. Farhan Muzammily dan Faiq Nur Fikri selaku anggota. (mkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *