SUMENEP, taneyan.id – Fraksi PKB DPRD Sumenep menyoroti ketimpangan akses pendidikan antara wilayah daratan dan kepulauan pada momentum Hardiknas 2026. Isu ini dinilai masih menjadi tantangan serius dalam mewujudkan pendidikan yang adil dan merata di daerah.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi refleksi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Momentum tersebut juga menegaskan kembali pentingnya pemerataan layanan pendidikan tanpa diskriminasi wilayah.
Ketua Fraksi Fraksi PKB DPRD Sumenep, Rasidi melalui anggota fraksi Akhmadi Yasid menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Ia menyampaikan, “Pendidikan adalah fondasi utama yang menentukan masa depan daerah, sehingga tidak boleh diabaikan dalam arah pembangunan.”
Akhmadi Yasid juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas pembangunan daerah. Ia menegaskan, “SDM yang unggul akan menjadi penentu daya saing Sumenep di masa depan.”
Selain itu, Fraksi PKB menekankan pentingnya menjaga amanat undang-undang terkait alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen. Ia menyebut, “Anggaran pendidikan bukan beban, melainkan investasi besar bagi masa depan masyarakat.”







