Pada aspek persatuan, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menekankan pentingnya gotong royong dalam membangun daerah. Menurutnya, kemajuan tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Semangat kebersamaan dan gotong royong merupakan kekuatan besar yang telah menjadi bagian dari karakter masyarakat Kabupaten Sumenep sejak dahulu yang harus terpelihara sampai kapanpun,” katanya.
Fauzi menambahkan, nilai kerakyatan menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan melalui musyawarah dan dialog yang mengedepankan kepentingan bersama. Karena itu, pemerintah daerah terus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
Sementara itu, nilai keadilan sosial menjadi tujuan utama yang ingin diwujudkan melalui pembangunan yang merata di seluruh wilayah. Komitmen tersebut mencakup masyarakat yang berada di kawasan daratan maupun kepulauan.
“Nilai keadilan sosial menjadi tujuan utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata, baik di wilayah daratan maupun kepulauan, sehingga Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen menghadirkan pembangunan inklusif yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan menghidupkan semangat gotong royong agar Sumenep semakin maju, mandiri, serta sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat. (*mkt)







