Dul Siam juga memaparkan empat indikator moderasi beragama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan, serta penghargaan terhadap tradisi.
Melalui pemahaman tersebut, para siswa diharapkan mampu menyikapi perbedaan secara bijaksana dan membangun hubungan sosial yang harmonis, tanpa harus mengesampingkan keyakinan agama masing-masing.
Ia menambahkan, penguatan moderasi beragama melalui program doktor mengabdi itu direncanakan berlanjut dengan menyasar masyarakat yang lebih luas.
Dengan demikian, pemahaman mengenai pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan tidak hanya berkembang di lingkungan pendidikan.
“Agar pemahaman ini terus terjaga di semua lini masyarakat dan semakin menguatkan harmoni sosial,” tandasnya.
Di akhir kegiatan, Dul Siam turut mendorong para siswa agar terus meningkatkan semangat belajar dan melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi.
Ia mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan memiliki kedudukan penting, baik dalam pengembangan diri maupun kehidupan bermasyarakat.
“Karena Allah sudah berjanji akan mengangkat derajat orang yang berilmu,” pesannya.(*/mkt)







