SUMENEP, Taneyan.Id — Penguatan pemahaman keagamaan di kalangan generasi muda menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Sumenep, H. Dul Siam.
Melalui Program Kandidat Doktor Mengabdi (KDM), ia memberikan edukasi moderasi beragama kepada siswa Madrasah Aliyah (MA) Raudhatut Thalibin, Kolor, Sumenep, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian akademik Dul Siam dalam menempuh pendidikan doktoral pada Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam Multikultural, Universitas Islam Malang (Unisma).
Dalam pelaksanaannya, kegiatan itu menghadirkan Raudlatun, dosen UPI Sumenep, serta Nur Kholis Majid, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Islam, Sapeken, sebagai narasumber.
Dul Siam mengatakan, pemahaman moderasi beragama perlu diperkuat untuk membangun sikap keberagamaan yang menghargai perbedaan.
Menurutnya, kecenderungan merasa paling benar dalam memahami ajaran agama dapat menjadi persoalan serius apabila berkembang tanpa sikap saling menghormati.
Ia menilai, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat. Karena itu, generasi muda perlu dibekali pemahaman keagamaan yang tidak hanya menekankan keyakinan pribadi, tetapi juga menjunjung nilai kemanusiaan dan kehidupan bersama.
“Program Kandidat Doktor Mengabdi (KDM) ini menjadi upaya kami dalam menguatkan pemahaman moderasi beragama,” ujarnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menjelaskan, tantangan moderasi beragama saat ini mencakup klaim kebenaran yang bersifat subjektif, pengaruh faktor ekonomi, serta pemahaman keagamaan yang tidak sejalan dengan penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia.
Untuk menghadapi tantangan itu, ia mengajak para siswa memahami sejumlah prinsip moderasi beragama, antara lain menjunjung tinggi keadaban, menghormati martabat kemanusiaan, memperkuat sikap moderat, mewujudkan perdamaian, menghargai kemajemukan, dan menjaga komitmen kebangsaan.







