Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, penguasaan teknologi harus diarahkan pada kegiatan yang positif dan produktif.
Di antaranya, sebagai sarana belajar, memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, serta menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dia menambahkan, santri masa kini tidak cukup hanya memiliki pemahaman agama yang mendalam.
Mereka juga perlu menguasai teknologi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menghadapi tantangan di berbagai bidang.
Meski demikian, kemajuan teknologi tidak boleh membuat santri mengesampingkan spiritualitas dan nilai-nilai keagamaan yang menjadi fondasi kehidupan pesantren.
“Santri harus menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan melek teknologi. Dengan begitu, santri tidak hanya mampu menjaga nilai-nilai agama, tetapi juga menjadi bagian dari kemajuan bangsa,” tandasnya.(*/Mkt)







