banner 728x250

Keadilan Terbalik: Kasus Kekerasan Seksual Anak Berujung Kriminalisasi Korban

Kerumunan massa aksi berbaju hitam sedang berhadapan dan berdialog dengan barisan polisi berseragam.
Dialog intens antara peserta aksi dan aparat kepolisian guna memastikan proses hukum berjalan di jalur keadilan.

Sementara itu, Koordinator Women Center Sumenep, Aliyah Zahra, menegaskan bahwa kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan serius yang tidak boleh diabaikan. “Ini bukan dugaan. Kekerasan seksual itu benar-benar terjadi pada korban, dan negara seharusnya berdiri di pihak korban,” tegasnya.

Massa aksi membawa poster tuntutan di pinggir jalan dengan sebuah mobil komando yang dilengkapi pengeras suara.
Massa aksi membentangkan poster berisi desakan keadilan bagi korban kekerasan seksual anak.

Founder Setara Perempuan Sumenep tersebut juga menyoroti tekanan sosial yang dialami korban dan keluarganya selama proses hukum berlangsung. Menurutnya, stigma dan sanksi moral di masyarakat sering kali justru menghukum korban dan keluarganya, bukan pelaku.

Ia menambahkan bahwa institusi penegak hukum perlu melakukan evaluasi menyeluruh atas penanganan kasus tersebut. “Evaluasi total harus dilakukan agar kasus serupa tidak kembali melukai korban dengan kekerasan yang berbeda,” ujarnya.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan tertib hingga selesai. Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Sumenep belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi. (mkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *