Putri menegaskan bahwa konsep tersebut bukan sekadar slogan yang dipasang dalam setiap kegiatan organisasi. Ia berharap seluruh pengurus mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam gerakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh kader dan masyarakat.
“B.I.S.A bukan hanya tagline, tetapi komitmen bersama,” tegasnya. “Kami ingin seluruh pengurus memiliki semangat yang sama untuk menghadirkan program-program yang inovatif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan pelajar putri di era digital,” sambung Putri.
Selain memperkuat kaderisasi, kepengurusan baru juga akan fokus pada peningkatan literasi, pengembangan kepemimpinan, serta pemberdayaan pelajar putri berbasis potensi lokal. Langkah tersebut dinilai penting agar kader memiliki bekal yang memadai dalam menghadapi perubahan zaman.
Menurutnya, pelajar putri saat ini membutuhkan ruang yang tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Dengan demikian, kader IPPNU dapat berperan sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Harapan kami, melalui semangat Empowering Era dan nilai-nilai B.I.S.A, IPPNU Sumenep dapat melahirkan generasi pelajar putri yang mandiri, berprestasi, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan jati dirinya sebagai kader Nahdlatul Ulama,” pungkas Putri. (mkt)







