banner 728x250

Kyai Ersyad Siap Mundur Jika Menyimpangkan Anggaran Partai, Pidato Politik Setelah Penetapan Ketua DPC PKB Sumenep 

Alt: KH Kamalil Ersyad mengenakan kemeja hijau PKB dan peci hitam sedang duduk di meja kerja, didampingi oleh beberapa orang dan awak media di kantor DPC PKB Sumenep.
KH Kamalil Ersyad (kiri) saat memberikan keterangan kepada awak media setelah resmi ditetapkan sebagai Ketua DPC PKB Sumenep di Gedung Graha Gus Dur.

SUMENEP, taneyan.id – Beberapa detik sebelum nama Ketua DPC PKB Sumenep diumumkan, suasana di Gedung Graha Gus Dur DPC PKB Sumenep terasa berbeda.

Puluhan pengurus DPC dan DPAC PKB dari berbagai kecamatan yang sejak siang mengikuti rapat virtual penetapan ketua DPC PKB se-Jawa Timur tampak menunggu dengan penuh penasaran.

Mata mereka tertuju ke layar besar yang menampilkan jajaran DPP PKB dan DPW PKB Jawa Timur. Tak sedikit yang saling berbisik. Siapa yang akan dipilih DPP?

Pertanyaan itu menjadi bahan pembicaraan selama beberapa pekan terakhir. Sebab, sebelum pengumuman dilakukan, beredar kuat kabar bahwa DPP PKB akan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memimpin DPC PKB Sumenep.

Nama-nama kader muda pun mulai ramai diperbincangkan. Ada Rasidi. Ada M. Muhri. Ada pula Nurfaizin. Ketiganya disebut-sebut masuk dalam radar calon kuat yang akan mendapatkan mandat dari DPP PKB.

Karena itulah, ketika Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, mulai membacakan hasil keputusan, sebagian besar kader yang hadir seolah sudah memiliki bayangan sendiri mengenai siapa yang akan muncul.

Namun dugaan itu ternyata meleset. “KH Kamalil Ersyad.” Begitu nama itu disebut, ruangan sempat hening sejenak.

Seolah seluruh yang hadir membutuhkan beberapa detik untuk memastikan bahwa mereka tidak salah mendengar.

Lalu, tanpa aba-aba, tepuk tangan langsung pecah. Gemuruh memenuhi seluruh sudut Graha Gus Dur.

Sejumlah pengurus DPC dan DPAC berdiri dari tempat duduknya. Beberapa langsung berjalan mendekati sosok yang selama ini dikenal sebagai mantan anggota DPRD Sumenep tersebut.

Satu per satu mereka menyalami KH Kamalil Ersyad. Ucapan selamat mengalir dari berbagai arah.

Wajah-wajah yang sebelumnya tegang berubah menjadi penuh senyum. Momen itu menjadi salah satu detik yang mungkin akan lama dikenang dalam perjalanan PKB Sumenep.

“Saya Tidak Menyangka”

Menariknya, rasa terkejut ternyata tidak hanya dirasakan para kader. KH Kamalil Ersyad sendiri mengaku tidak pernah membayangkan dirinya akan ditunjuk sebagai Ketua DPC PKB Sumenep.

Dalam sambutan perdananya setelah diumumkan, ia mengaku hanya mengikuti seluruh tahapan yang telah ditentukan partai tanpa pernah berpikir akan keluar sebagai sosok yang dipilih DPP.

“Saya benar-benar tidak menyangka. Saya hanya mengikuti proses dan tahapan yang ada,” ujarnya.

Apalagi, menurutnya, informasi yang beredar selama ini justru mengarah pada kemungkinan terpilihnya figur-figur muda untuk memimpin DPC PKB Sumenep.

Karena itu, keputusan DPP PKB memilih dirinya menjadi sebuah kejutan besar, bahkan bagi dirinya sendiri. Di hadapan para kader, KH Kamalil Ersyad juga sempat menyinggung perjalanan politiknya.

Ia tidak menutupi fakta bahwa selama berkiprah di dunia politik, dirinya lebih sering merasakan kekalahan dibanding kemenangan. Berbagai pertarungan politik pernah dijalani. Tidak semuanya berakhir sesuai harapan.

Karena itu, ketika kini dipercaya memimpin DPC PKB Sumenep, ia menganggap amanah tersebut sebagai bagian dari perjalanan panjang yang tidak pernah ia rencanakan sebelumnya.

“Dalam perjalanan politik saya, saya sering gagal. Mungkin kali ini saya berhasil. Meskipun pada dasarnya ini adalah amanah dan penunjukan dari DPP PKB,” katanya disambut tepuk tangan kader yang hadir.

Euforia kemenangan tidak membuat KH Kamalil Ersyad larut dalam perayaan. Dalam pidato perdananya, ia langsung berbicara mengenai pekerjaan besar yang menunggu di depan mata.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya akan diarahkan untuk melakukan pembenahan dan perubahan di tubuh DPC PKB Sumenep agar organisasi semakin kuat dan lebih baik dibanding sebelumnya.

Menurutnya, PKB Sumenep harus kembali menjadi kekuatan politik utama di Kota Sumekar. Target itu bukan sekadar ambisi elektoral, melainkan bagian dari upaya memperkuat pelayanan politik kepada masyarakat.

“Kita ingin PKB menjadi lebih baik. Kita ingin PKB kembali menjadi partai pemenang di Kabupaten Sumenep,” tegasnya.

Salah satu pernyataan yang paling mendapat perhatian dalam sambutannya adalah komitmennya terkait tata kelola organisasi dan keuangan partai.

KH Kamalil Ersyad menegaskan bahwa seluruh pengelolaan anggaran di DPC PKB Sumenep harus dilakukan secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bahkan ia menyampaikan komitmen yang cukup tegas. Jika di kemudian hari dirinya dianggap menyimpang dari prinsip-prinsip tersebut, ia menyatakan siap meletakkan jabatan.

“Kalau saya dianggap menyimpang dalam pengelolaan organisasi maupun anggaran, saya siap mengundurkan diri,” ujarnya.

Pernyataan itu kembali disambut tepuk tangan para kader yang memenuhi Graha Gus Dur. Kemarin keputusan DPP PKB tidak hanya melahirkan seorang ketua baru. Ia juga menghadirkan sebuah kejutan politik yang tidak banyak diprediksi sebelumnya.

Di tengah derasnya spekulasi tentang munculnya generasi muda sebagai pemimpin baru, DPP PKB justru menjatuhkan pilihan kepada KH Kamalil Ersyad.

Dan ketika nama itu akhirnya disebut, sejarah baru PKB Sumenep dimulai dengan suara tepuk tangan yang bergemuruh dari Graha Gus Dur DPC PKB Sumenep. (mkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *