Fraksi PDI Perjuangan melalui Abd. Rahman menekankan agar hasil reses tidak hanya jadi seremonial. “OPD harus menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan program nyata, bukan sekadar laporan di atas kertas,” ujarnya.
Fraksi Demokrat mengkritik keras penanganan wabah campak yang dinilai lamban. Ketua Fraksi Demokrat, Mulyadi, menegaskan, “Lebih dari 2.000 kasus dengan 17 korban meninggal adalah bukti kelalaian pemerintah dalam pencegahan dini.”
Fraksi Gerindra-PKS melalui Agus Hariyanto menyoroti ketimpangan pembangunan kepulauan. “Masyarakat kepulauan butuh akses air bersih, listrik, layanan kesehatan, bahkan ambulans laut. Itu kebutuhan dasar yang tidak boleh diabaikan,” katanya.
Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memberi perhatian pada pendidikan pesantren dan madrasah. Fraksi ini juga meminta pemerataan pupuk serta peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak. “Pesantren adalah basis pendidikan masyarakat, sehingga perlu dukungan penuh dari pemerintah,” ujar juru bicaranya.

Seluruh fraksi DPRD Sumenep sepakat agar hasil reses ini ditindaklanjuti serius oleh pemerintah daerah. “Aspirasi masyarakat harus dijadikan dasar perencanaan pembangunan demi peningkatan kesejahteraan warga Sumenep,” tegas para juru bicara fraksi secara bergantian. (*mkt)







