Pelaksanaan program tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, di antaranya kader, tenaga kesehatan, penyuluh, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Penguatan penanganan stunting menjadi salah satu pembahasan saat Pemkab Sumenep menerima audiensi Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur.
Pertemuan tersebut juga membahas penguatan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), termasuk pelayanan keluarga berencana.
“Kami berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan optimal dan dilakukan sejak dari hulu,” tambahnya.
Menurutnya, upaya yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.







