“Tidak hanya itu, jembatan ini mempermudah siswa-siswi untuk bersekolah. Jadi, tidak akan ada lagi siswa-siswi yang terlambat atau ketinggalan pelajaran karena harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk sampai ke sekolah,” tambahnya.
Dikatakan, beberapa wilayah di Sumenep mengalami keterbatasan dalam infrastruktur penghubung.
Oleh karena itu, pembangunan jembatan sepatutnya diperluas dan menyentuh seluruh masyarakat akar rumput baik di daratan maupun kepulauan.
“Kami berharap pembangunan jembatan terus berlanjut, terutama di wilayah yang sangat membutuhkan akses penghubung. Kami meyakini masyarakat akan menyambut baik dan senang dengan kehadiran pembangunan jembatan ini di berbagai wilayah di Sumenep,” tegasnya.
Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir menerangkan, pembangunan jembatan diselesaikan dalam kurun waktu 82 hari dari target 92 hari.
“Jembatan tersebut merupakan simbol pemersatu dua desa yang selama ini terpisahkan oleh sungai. Kami berharap seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat dari kehadiran jembatan ini,” ungkapnya.
Untuk diketahui, jembatan tersebut diresmikan oleh Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir bersama Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin serta dihadiri Forkopimcam Ambunten dan kepala desa setempat.(*/mkt)







