SUMENEP, Taneyan.Id — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep bersama Kementerian PPN/Bappenas dan PT PLN mengkaji konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis baterai di wilayah kepulauan.
Kajian tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan sekaligus mencari alternatif pengembangan energi yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep.
Kegiatan itu menjadi bagian dari kunjungan lapangan Kementerian PPN/Bappenas dalam rangka pemetaan potensi dan persoalan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (WP3K) beberapa waktu lalu.
Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto. Tim meninjau sejumlah sektor yang berkaitan dengan pengembangan kawasan kepulauan, mulai dari infrastruktur, pelayanan dasar hingga kebutuhan energi.
Arif Firmanto mengatakan, pemetaan tersebut penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat kepulauan dapat masuk dalam rekomendasi kebijakan dan perencanaan pembangunan.
“Potensi dan kebutuhan wilayah kepulauan harus terpetakan dengan baik. Hasil pemetaan nanti akan menjadi bahan penyusunan kebijakan pengembangan WP3K,” ungkapnya.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian ialah ketersediaan energi listrik. Bersama PLN dan Bappenas, Bappeda Sumenep mengkaji peluang konversi PLTD ke PLTS berbasis baterai.
Skema tersebut menjadi salah satu alternatif yang dikaji untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) sekaligus menekan biaya produksi listrik di wilayah kepulauan.
Pulau Gili Raja dan Kangean menjadi dua wilayah yang mendapat perhatian dalam pembahasan tersebut.
Menurut Arif, ketersediaan energi merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung pengembangan wilayah kepulauan.
“Kami akan terus mengawal hasil kajian agar dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.
Selain sektor energi, pemetaan lapangan tersebut juga mencakup berbagai kebutuhan pengembangan kawasan kepulauan, termasuk infrastruktur dan pelayanan dasar.
Bappeda Sumenep selanjutnya akan mengawal hasil pemetaan dan kajian tersebut agar selaras dengan arah pembangunan daerah serta dapat menjadi bahan dalam penyusunan program yang dibutuhkan masyarakat kepulauan.







