banner 728x250

Anggaran Perda Tembakau Tak Jelas, PMII Sumenep Ancam Turun Aksi

Seorang pria berkemeja dan almamater biru PC PMII (Khoirus Soleh) sedang berbicara menggunakan pengeras suara mikrofon di depan barisan aparat kepolisian yang bersiaga.
Ketua PC PMII Sumenep, Khoirus Soleh, mendesak Pemkab Sumenep untuk memberikan kejelasan anggaran dan memprioritaskan penyusunan Perda Tembakau demi kepastian hukum bagi para petani.

SUMENEP, taneyan.id Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sumenep mendesak Pemkab Sumenep memprioritaskan anggaran Perda Tembakau.

PMII menilai kejelasan anggaran menjadi kunci kelanjutan penyusunan naskah akademik Perda Tembakau yang telah dikawal sejak tahun lalu.

Ketua PC PMII Sumenep, Khoirus Soleh, meminta Sekda Sumenep segera mengambil langkah konkret terkait penganggaran tersebut.

“Kami mengingatkan kepada Bapak Sekda dan Pemkab Sumenep. Perda Tembakau ini sudah melalui proses panjang sejak tahun lalu,” tegas Eros.

“Jangan sampai mangkrak hanya karena persoalan anggaran. Petani Sumenep butuh kepastian hukum dan keberpihakan hari ini, bukan besok,” lanjutnya.

Menurut Eros, tanpa komitmen anggaran yang jelas, musyawarah Perda tentang pertambakauan hanya akan menjadi rapat tanpa hasil konkret.

“Kami melihat jangan sampai musyawarah Perda ini hanya menjadi rapat omong kosong. Harus ada komitmen anggaran yang jelas dari Pemkab,” ujarnya.

PMII juga menilai kondisi tersebut berpotensi menjadi maladministrasi jika Pemkab tidak segera mengambil langkah konkret untuk melanjutkan proses Perda Tembakau.

“Kami akan terus mengawal. Jika tidak ada langkah konkret dari Pemkab, kami akan konsolidasi bersama elemen petani dan turun aksi untuk menagih janji Perda ini,” tegas Eros.

PMII meminta Sekda segera berkoordinasi dengan Bappeda, Dinas Pertanian, dan TAPD. Koordinasi itu diperlukan agar pos anggaran Perda Tembakau segera dialokasikan dan dieksekusi.

PMII menilai Perda Tembakau penting bagi petani karena sektor tersebut menjadi salah satu penopang ekonomi ribuan keluarga di Sumenep. (mkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *