Ia menyebut dukungan moral, nasihat, serta doa para ulama sebagai energi yang menguatkan arah kebijakan. “Kami sangat membutuhkan doa dan dukungan agar seluruh program pembangunan berjalan lancar dan memberi kesejahteraan,” ujarnya.
Silaturahim tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Pemerintah daerah menjadikannya ruang dialog terbuka untuk menyerap aspirasi dan mempererat komunikasi.
Komitmen merawat toleransi dan gotong royong terus digaungkan sebagai nilai dasar pembangunan. Pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan berpijak pada harmoni sosial yang kokoh.
“Kebersamaan dan sinergi seluruh elemen masyarakat adalah kekuatan utama mendorong kemajuan daerah,” tandasnya. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga Sumenep tetap aman dan damai.
Acara ditutup dengan tausiyah dan doa bersama, memohon keberkahan serta kemajuan bagi daerah. Momentum ini menjadi pesan kuat bahwa Sumenep memilih jalan kebersamaan sebagai strategi membangun masa depan. (*mkt)







