“Meski dikemas dengan sentuhan modern, nilai-nilai tradisional yang terkandung dalam Festival Ojung tetap dijaga dengan baik,” ujar Agus Dwi Saputra di sela pelaksanaan festival.
Ia menegaskan, promosi digital menjadi salah satu strategi penting untuk memperkenalkan Festival Ojung kepada khalayak yang lebih luas. Melalui pemanfaatan teknologi informasi, tradisi lokal diharapkan mampu menjangkau masyarakat lintas daerah hingga wisatawan dari luar Madura.
Selain itu, kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif juga membuka ruang baru bagi pengembangan festival. Kehadiran sektor tersebut tidak hanya memperkaya kemasan acara, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Festival Ojung sendiri merupakan tradisi saling memukul menggunakan rotan yang dimainkan dua orang secara bergantian. Bagi masyarakat setempat, tradisi ini tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki makna ritual sebagai simbol permohonan hujan dan harapan terhindar dari berbagai musibah.
Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis Festival Ojung akan terus berkembang sebagai identitas budaya daerah yang membanggakan. Di saat yang sama, festival ini diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan mempererat kebersamaan masyarakat dalam merawat warisan leluhur. (*mkt)







