Ia juga menegaskan, generasi muda hukum harus adaptif terhadap perubahan sosial dan perkembangan budaya hukum masyarakat. “Hukum hidup bersama masyarakat, maka mahasiswa hukum perlu memahami dinamika sosial dan mampu bersikap kritis,” tambahnya.
Perwakilan BEM FH Unija, Ahmad Syarif Hidayatullah, menyebut kehadiran Akhmadi Yasid sebagai bentuk nyata sinergi antara alumni dan kampus. Menurutnya, pengalaman alumni yang kini menjadi legislator bisa menjadi motivasi besar bagi mahasiswa baru.
“Mahasiswa baru bisa melihat langsung bagaimana alumni FH Unija mampu berkiprah di dunia politik sekaligus tetap menjaga semangat keilmuan hukum,” jelas Ahmad.
Kegiatan PKKMB berlangsung interaktif, dengan mahasiswa baru aktif mengajukan pertanyaan seputar profesi hukum, politik, hingga tantangan etika di era digital.
Dengan tema Cakra Justicia, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi mahasiswa baru untuk menumbuhkan pola pikir hukum yang kritis, serta membangun karakter legal yang kuat sejak dini. (mkt)







