“Kami di F-PKB selalu konsisten dan komitmen mendukung kegiatan NU,” kata Rasidi, seusai penyerahan dukungan dana.
Anggota Komisi II itu menambahkan, segala bentuk kegiatan yang menguatkan struktur dan peran NU di masyarakat “pada dasarnya adalah memperkuat fondasi kultural PKB sendiri.”
Di tingkat arus bawah, hubungan itu bukan hanya perkara ideologis, tetapi juga emosional. Banyak kader PKB yang tumbuh dari kultur pesantren dan struktur ke-NU-an.
Apa yang mereka lakukan hari ini—jung rojung untuk Konfercab—bagi mereka bukan sekadar donasi. Akan tetapi sebagai bentuk pengabdian kepada rumah besar yang memelihara identitas mereka.
PKB berharap Konfercab NU Sumenep mendatang mampu melahirkan perubahan positif bagi PCNU Sumenep. “Semoga agenda besar ini meneguhkan NU sebagai jangkar moral dan sosial masyarakat,” kata Rasidi.
Di tengah iklim politik yang sering menggerus batas antara simbol dan komitmen, langkah kecil namun konsisten seperti ini menjadi penanda: di Sumenep, relasi NU dan PKB masih berdetak kuat. Sehingga ia bertahan tidak hanya dalam slogan, tetapi juga dalam tindakan. (mkt)







