Penanganan jalan tetap menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kelancaran mobilitas dan aksesibilitas masyarakat.
Bahkan, pembangunan jalan di wilayah kepulauan direncanakan berlanjut pada 2027. Penyiapan peralatan pendukung tersebut diharapkan dapat menunjang pekerjaan agar lebih fleksibel dan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
Namun, strategi pembangunan infrastruktur kepulauan tidak hanya berfokus pada akses jalan. Pemkab Sumenep juga menyiapkan program pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, terutama penyediaan air bersih.
Salah satunya melalui pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan air bersih yang memadai.
”Selain jalan, infrastrukturnya juga kita siapkan. Air bersih juga menjadi perhatian,” terangnya.
Selain SPAM, pembangunan fasilitas sanitasi turut menjadi bagian dari rencana penanganan infrastruktur di wilayah kepulauan. Penyediaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung kualitas lingkungan sekaligus menjaga kesehatan masyarakat.
Eri menyebut, pembangunan jalan, penyediaan air bersih, dan fasilitas sanitasi merupakan bagian dari upaya memperluas cakupan pelayanan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan.
Dengan demikian, pembangunan tidak hanya diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap.
”Air bersih, SPAM, habis itu sanitasi, itu kita siapkan juga,” tandasnya.







