Komandan Kodim 0827/Sumenep, Letkol Arm Bendi Wibisono, turut mendukung keberadaan sekolah ini. Ia menyebut TNI siap berkontribusi dengan memberikan wawasan kebangsaan hingga kegiatan olahraga bersama siswa.
Bupati Fauzi menegaskan, Sekolah Rakyat adalah bentuk komitmen pemerintah menjamin hak dasar anak tanpa terkendala biaya. Program ini diharapkan menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sumenep.
Selain menyiapkan tenaga pendidik dan fasilitas, Pemkab Sumenep juga merancang pembangunan sekolah baru yang lebih representatif. Lahan seluas 10 hektare di Desa Patean, Kecamatan Batuan, telah disiapkan untuk pembangunan pada 2026.
Bupati mengajak seluruh orang tua mendukung keberadaan sekolah ini. “Jangan sampai ada anak yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi, semua harus dapat kesempatan yang sama,” tegasnya.
Kepala Sekolah Rakyat, Norani Yanuar S, menyebut penyelenggaraan sekolah sudah sesuai ketentuan. Ia memastikan tenaga guru, wali asuh, dan wali asrama siap menjalankan kegiatan belajar mengajar secara optimal.
Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, Pemkab Sumenep menandai babak baru pendidikan di daerahnya. Dari keterbatasan menuju kesempatan, dari kemiskinan menuju harapan, pendidikan kini lebih dekat bagi anak-anak kurang mampu. (mkt)







