banner 728x250

Parade Musik Tong Tong Jadi Ikhtiar Sumenep Merawat Warisan Budaya Madura

Kemeriahan Parade Musik Tong Tong di Sumenep yang menampilkan dekorasi kereta kencana raksasa bernuansa emas dan kuning menyala, lengkap dengan patung kepala kuda di bagian depan, serta dipadati oleh ribuan warga di kanan kiri jalan pada malam hari.
Salah satu grup peserta Parade Musik Tong Tong 2026 saat melintasi jalanan Kota Sumenep dengan dekorasi kereta kencana yang megah dan lampu yang gemerlap, Sabtu (6/6/2026) malam.

Agus menilai pelestarian budaya harus dilakukan melalui ruang-ruang kreatif yang mampu melibatkan masyarakat secara langsung. Parade Musik Tong Tong menjadi salah satu media penting untuk memperkuat hubungan masyarakat dengan akar budayanya.

Selain menjaga tradisi, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap kegiatan tersebut mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi daerah. Penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu manfaat yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan event budaya.

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tapi juga memberikan dampak terhadap perkembangan pariwisata, ekonomi masyarakat, serta lebih mengenalkan Sumenep sebagai daerah yang kaya akan seni, tradisi, dan budaya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Agus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara peserta, panitia, komunitas seni, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan parade.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, komunitas seni, aparat keamanan, serta masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan aman, tertib, dan meriah,” pungkasnya.

Parade Musik Tong Tong digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno yang memiliki makna historis bagi bangsa Indonesia. Melalui kegiatan budaya ini, Sumenep berupaya menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur sekaligus memperkuat identitas budaya Madura di tengah perkembangan zaman. (*mkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *