Ridho menegaskan bahwa peringatan milad tidak hanya dimaknai sebagai seremoni organisasi semata. “Milad ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kualitas kader melalui gerakan intelektual yang berdampak,” ujarnya.
Ia menyebut salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Sekolah Politik bagi kader IMM. “Sekolah politik ini kami selenggarakan agar kader IMM tidak buta terhadap dinamika politik yang berkembang di masyarakat,” kata Ridho.
Menurutnya, politik merupakan bagian penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara yang perlu dipahami secara kritis. “Kader IMM harus mampu melihat politik secara rasional dan bertanggung jawab, bukan sekadar mengikuti arus,” tambahnya.
Dalam forum Sekolah Politik tersebut, PC IMM Sumenep menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman dalam dunia politik dan gerakan kepemudaan. Mereka berbagi pandangan tentang tantangan demokrasi serta peran strategis generasi muda di dalamnya.
Anggota DPRD Sumenep Fraksi NasDem Ahmad Juhairi, S.IP., M.Phil menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses demokrasi. “Mahasiswa tidak boleh apatis terhadap politik, karena masa depan demokrasi sangat ditentukan oleh kualitas partisipasi generasi muda,” ujarnya.

Selain kegiatan intelektual, PC IMM Sumenep juga menggelar aksi sosial berupa santunan kepada anak yatim dan kaum duafa dari desa binaan IMM di Desa Bulla’an, Kecamatan Batuputih. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial IMM terhadap masyarakat sekitar. (sfq)







