“Pendidikan bukan hanya tentang bagaimana peserta didik memperoleh nilai akademik yang baik, tetapi bagaimana membentuk pribadi yang berkarakter, berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab,” terangnya.
Politisi PKB itu menyatakan bahwa pengawasan terhadap penggunaan teknologi digital di kalangan peserta didik semakin penting untuk dilaksanakan.
“Kepala sekolah bersama para guru diharapkan memberikan pendampingan agar teknologi dimanfaatkan secara bijak, positif dan bertanggung jawab” ujarnya.
Menurutnya, teknologi tidak boleh sekadar menjadi sarana untuk memperoleh informasi dan pengetahuan, tetapi juga harus mendukung pengembangan potensi serta kreativitas generasi muda.
“Kepala sekolah bersama para guru hendaknya memperkuat sinergi dengan orang tua dan masyarakat dalam mendidik serta membimbing anak-anak, supaya pembentukan karakter berlangsung secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah,” tuturnya.
Ia berharap penguatan pendidikan karakter yang didukung pemanfaatan teknologi secara tepat mampu melahirkan generasi muda yang unggul dalam ilmu pengetahuan, cakap menggunakan teknologi, serta memiliki integritas dan kepribadian yang baik.
“Yang jelas, sekolah mampu mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya siap menghadapi tantangan perkembangan zaman, tetapi menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Pemkab Sumenep melalui Dinas Pendidikan melantik dan mengambil sumpah/janji 129 kepala sekolah. Mereka terdiri dari tiga kepala Taman Kanak-Kanak (TK), 107 kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN), dan 19 kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).(*/Mkt)







