Hakiki menjelaskan, waktu penyiraman dipilih berdasarkan kondisi cuaca yang terasa lebih panas pada tengah hari.
Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan sedikit kesejukan di sekitar jalan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
“Paling tidak mengurangi tingkat panas supaya masyarakat Sumenep yang berkegiatan di wilayah kota tidak sampai rehidrasi,” ucapnya.
Ia berharap, penyiraman jalan dapat membantu memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan saat cuaca terik.
Selain membantu mengurangi hawa panas di kawasan perkotaan, langkah tersebut diharapkan dapat membuat warga yang melintas maupun beraktivitas di sejumlah ruas jalan utama merasa lebih nyaman.
“Langkah ini sekaligus juga untuk memberikan kenyamanan bagi warga yang melintas maupun beraktivitas di kawasan perkotaan,” tutupnya.(*/Mkt)







