Ia mengingatkan agar warga aktif melaporkan kasus kusta ke fasilitas kesehatan terdekat. Dengan begitu, penderita bisa segera mendapat penanganan medis secara tepat.
“Kalau tidak segera berobat, penyakit ini berpotensi menyebar ke warga lainnya,” tegasnya. Deteksi dini menjadi langkah penting agar pengendalian lebih efektif.
Meski kasus menurun, Herman mengakui ada tantangan dalam pengobatan. Banyak penderita tidak konsisten mengikuti anjuran medis.
“Kebanyakan tidak patuh minum obat sesuai aturan. Padahal kalau rutin, kumannya bisa mati,” tambahnya. Konsistensi menjadi faktor penentu kesembuhan penderita.
Dinas Kesehatan memastikan akan terus memperkuat layanan pengobatan kusta di seluruh wilayah. Sosialisasi juga digencarkan agar masyarakat lebih peduli terhadap penyakit ini. (mkt)







