Pasar murah tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa sistem kupon. “Kami tidak menggunakan kupon, masyarakat bisa langsung datang dan berbelanja sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Berbagai komoditas strategis dijual di bawah harga pasar guna meringankan beban warga. Mulai dari beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, hingga aneka sayuran dan produk pangan lainnya tersedia dengan harga lebih rendah.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur. Langkah tersebut mendorong pemerintah kabupaten/kota menggelar Pasar Murah EPIK Mobile secara serentak.
Dadang juga mengingatkan pentingnya pola belanja yang rasional di tengah momentum Ramadhan. “Kami mengajak masyarakat berbelanja secukupnya dan tidak berlebihan agar stabilitas harga tetap terjaga,” pungkasnya.
Melalui EPIK Mobile, Pemkab Sumenep menunjukkan komitmennya menjaga dapur masyarakat tetap mengepul. Ramadhan dan Idul Fitri pun diharapkan berlangsung lebih tenang tanpa tekanan lonjakan harga. (*mkt)







