Rangkaian kegiatan memadukan berbagai potensi lokal, mulai dari pertanian, seni budaya, pameran produk UMKM, pameran industri hasil tembakau, kegiatan keagamaan, hingga wahana permainan dan hiburan masyarakat.
Imam Hasyim menilai keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah perkembangan zaman.
“Selain mengangkat pertanian di Ganding, kegiatan ini juga menjadi pemicu semangat bagi kawula muda untuk tidak mengesampingkan sektor pertanian,” ujarnya.
Ia berharap festival tersebut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran pelaku UMKM dan pameran produk lokal dinilai dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pemasaran produk masyarakat.
Sementara itu, Camat Ganding Abdul Khalid mengatakan Festival Tani Ganding dirancang sebagai ruang bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok tani, pelaku UMKM, pelaku seni dan masyarakat turut terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.
“Festival Tani Ganding kami konsep sebagai ruang bersama untuk memperkenalkan potensi kecamatan, sekaligus memberikan kesempatan masyarakat mempromosikan produk unggulan,” ucapnya.
Pembukaan Festival Tani Ganding 2026 turut dimeriahkan sejumlah pertunjukan seni dan budaya. Di antaranya Musik Tong Tong Raden Agung, Tari Muang Sangkal dari SDN Bataal Barat, serta pertunjukan Teater Sanggar Malar dari Pondok Pesantren Mahasinul Akhlaq.







