
Rangkaian kegiatan festival meliputi bedah buku, bengkel kepenulisan, talk show, bazar buku, hingga lomba mewarnai untuk anak-anak TK. Semua dirancang agar masyarakat bisa lebih dekat dengan dunia literasi.
“Semoga kegiatan ini menjadi sarana meningkatkan budaya literasi, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa,” ujar Rudi.
Ia menekankan, kehadiran festival ini diharapkan memberi ruang kreatif bagi generasi muda. Selain itu, membiasakan mereka menjadikan buku sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya festival literasi, pemerintah daerah ingin membangun ekosistem membaca yang berkelanjutan. Harapannya, budaya literasi tumbuh kuat dan mampu mengangkat kualitas sumber daya manusia Sumenep. (mkt)







