Fokus pembangunan diarahkan pada penguatan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan publik. Selain itu, pengembangan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Bupati Fauzi menekankan bahwa pembangunan harus menyentuh dimensi fisik dan spiritual masyarakat. “Pembangunan harus menyentuh lahir dan batin, fisiknya maju dan masyarakatnya tetap berkarakter serta religius,” katanya di hadapan jamaah.
Sumenep Bersholawat 2026 digelar bersama Majelis At-Taufiq dan dihadiri jamaah dari berbagai kecamatan. Doa dan sholawat dipanjatkan agar Kabupaten Sumenep senantiasa diberi keberkahan, kedamaian, dan kemajuan.
Momentum ini juga menjadi simbol kuatnya sinergi pemerintah daerah dengan alim ulama dan tokoh masyarakat. “Tanpa dukungan ulama dan masyarakat, program pemerintah tidak akan berjalan optimal,” ungkapnya.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Pemkab Sumenep berkomitmen memperkuat kualitas pelayanan publik dan memperluas dampak pembangunan ekonomi. Di tengah gema sholawat, pesan yang ditegaskan sederhana namun bermakna: pembangunan adalah kerja kolektif menuju Sumenep yang lebih maju dan sejahtera. (*mkt)







