banner 728x250

Refleksi Setahun Kepemimpinan, Achmad Fauzi Wongsojudo Tegaskan Arah Pembangunan Sumenep di Sumenep Bersholawat 2026

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Wakil Bupati dan para ulama duduk di atas panggung saat acara Sumenep Bersholawat 2026 di Taman Potre Koneng.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Wakil Bupati K.H. Imam Hasyim dan sejumlah ulama menghadiri Sumenep Bersholawat 2026 di areal timur Taman Potre Koneng, Sabtu (28/02/2026) malam.

SUMENEP, taneyan.id – Refleksi setahun kepemimpinan, Achmad Fauzi Wongsojudo tegaskan arah pembangunan Sumenep di Sumenep Bersholawat 2026. Momentum tersebut digelar di areal timur Taman Potre Koneng, Sabtu (28/02/2026) malam, di hadapan ribuan jamaah.

Lantunan sholawat menggema dan memadati ruang terbuka kota dengan suasana religius yang khidmat. Kegiatan ini dirangkai dengan refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep.

Dalam sambutannya, Bupati Fauzi menyebut sholawat sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan pemerintahan yang telah dilalui. “Sholawat ini adalah ungkapan syukur kami atas amanah satu tahun ini, sekaligus momentum untuk berbenah,” ujarnya.

Ia menegaskan evaluasi menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan tetap berada di jalur yang tepat. “Kami tidak ingin hanya berjalan, tetapi memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Genap setahun memimpin bersama K.H. Imam Hasyim, pemerintah daerah melakukan peninjauan terhadap berbagai kebijakan strategis. Evaluasi tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat arah pembangunan pada tahun kedua.

Fokus pembangunan diarahkan pada penguatan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan publik. Selain itu, pengembangan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Bupati Fauzi menekankan bahwa pembangunan harus menyentuh dimensi fisik dan spiritual masyarakat. “Pembangunan harus menyentuh lahir dan batin, fisiknya maju dan masyarakatnya tetap berkarakter serta religius,” katanya di hadapan jamaah.

Sumenep Bersholawat 2026 digelar bersama Majelis At-Taufiq dan dihadiri jamaah dari berbagai kecamatan. Doa dan sholawat dipanjatkan agar Kabupaten Sumenep senantiasa diberi keberkahan, kedamaian, dan kemajuan.

Momentum ini juga menjadi simbol kuatnya sinergi pemerintah daerah dengan alim ulama dan tokoh masyarakat. “Tanpa dukungan ulama dan masyarakat, program pemerintah tidak akan berjalan optimal,” ungkapnya.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Pemkab Sumenep berkomitmen memperkuat kualitas pelayanan publik dan memperluas dampak pembangunan ekonomi. Di tengah gema sholawat, pesan yang ditegaskan sederhana namun bermakna: pembangunan adalah kerja kolektif menuju Sumenep yang lebih maju dan sejahtera. (*mkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *