“Belanja modal ini yang seharusnya menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” imbuhnya. Ia menyebut serapan ideal pada Agustus minimal sudah melewati angka 50 persen.
Menurutnya, lambatnya realisasi belanja modal dapat berdampak langsung ke masyarakat. Sebab, konsumsi publik turut bergantung pada aliran dana pembangunan.
Banggar DPRD berharap Bupati menekan jajarannya untuk bekerja lebih keras. “OPD harus bergerak cepat agar sisa waktu tahun anggaran bisa dimanfaatkan maksimal,” ucap Yasid.
Ia juga menegaskan bahwa realisasi anggaran berbanding lurus dengan dinamika ekonomi. Makin tinggi serapan, makin besar pula perputaran uang di tengah masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah belum memberikan keterangan resmi saat dimintai konfirmasi. (mkt)







