Adapun capaian tertinggi dicatat Puskesmas Giligenting dengan cakupan 87,6 persen. Dari 1.565 sasaran, sebanyak 1.371 anak berhasil diimunisasi.
Sebaliknya, capaian terendah tercatat di Puskesmas Dungkek. Dari 2.362 sasaran, baru 576 anak yang diimunisasi atau sekitar 24,4 persen.
Ellya mengapresiasi kerja keras Puskesmas Giligenting. “Capaian ini bisa menjadi motivasi bagi wilayah lain untuk meningkatkan intensitas sosialisasi,” katanya.
Menurutnya, DKP2KB Sumenep juga telah menyiapkan berbagai langkah pendukung. “Mulai dari penyediaan vaksin dan logistik, hingga koordinasi lintas sektor bersama pemerintah desa dan kecamatan,” jelasnya.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus digalakkan agar lebih sadar pentingnya imunisasi. Upaya ini juga dibarengi dengan penataan fasilitas kesehatan, termasuk ruang isolasi untuk pasien campak.
“Kami mengimbau masyarakat tidak panik, tetap waspada, dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan bila ada gejala campak. Kesadaran dan kepatuhan terhadap imunisasi adalah kunci dalam pencegahan,” tegasnya. (mkt)







