Pelaksanaan program ini melibatkan perangkat daerah, camat, kepala desa, Tim Penggerak PKK, ASN, Non-ASN, sekolah, madrasah, dan pesantren.
Sekolah dan pesantren diminta menyiapkan data siswa, lokasi pemeriksaan, serta bekerja sama dengan puskesmas setempat.
Orang tua diimbau mengaktifkan JKN dan mengunduh aplikasi Satu Sehat Mobile untuk mencatat riwayat kesehatan anak.
Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan Dinas Kesehatan bersinergi dalam sosialisasi, pelaksanaan, serta pelaporan hasil pemeriksaan.
Puskesmas bertugas memberikan layanan, menindaklanjuti hasil pemeriksaan, dan mengunggah data ke Sistem Informasi Kesehatan Nasional.
“Sehat adalah modal utama membangun masa depan. Melalui Cek Kesehatan Gratis, kita berinvestasi demi Sumenep sehat dan Indonesia Emas 2045,” tutup Bupati (mkt)







